Terorisme adalah semua tindakan yang dengan sengaja menggunakan kekerasan atau ancaman kekerasan bermaksud untuk menimbulkan teror atau rasa takut terhadap orang secara meluas atau menimbulkan korban yang bersifat massal dengan cara merampas kemerdekaan atau hilangnya nyawa atau harta benda orang lain, atau untuk menimbulkan kerusakan atau kehancuran terhadap objek-objek vital yang strategis, lingkungan hidup, fasilitas publik, atau fasilitas internasional dengan motif ideologi, politik, dan gangguan keamanan (Pasal 1 angka 2/perpu1/2002 dan UU 5/ 2018). Dewasa ini Indonesia dihadapkan dengan persoalan dan ancaman radikalisme, terorisme, dan separatisme yang semuanya bertentangan dengan nilai-nilai Pancasila, UUD RI 1945, NKRI, dan Bhineka Tunggal Ika. Gerakan ini merupakan ancaman serius bagi bangsa Indonesia.
Oleh karena kondisi demikian, Gen Z dan Generasi milenial yang notabene mendominasi di Indonesia harus memiliki daya tahan yang baik di bidang ideologi agar tidak terpengaruh paham radikal dan terorisme. Sumber ketahanan ini dapat dihadirkan pertama kali dari lingkungan keluarga dan diiringi di lingkungan pendidikan, yaitu sekolah.
Dalam rangka mendukung gerakan anti terorisme, radikalisme, dan intoleransi ini SMK Negeri 2 Sukoharjo mengadakan diklat untuk siswa yang tergabung dalam organisasi PKS (Patroli Keamanan Sekolah) dengan mengusung tema anti terorisme, radikalisme, dan intoleransi. Kegiatan diklat yang dilaksanakan selama dua hari pada Rabu-Kamis tanggal 15-16 Februari 2023 ini diikuti oleh 27 siswa dengan didampingi oleh pembina PKS yaitu Bapak Ansori, S.Pd yang juga menjabat sebagai Koordinator STP2K SMK Negeri 2 Sukoharjo.
Kegiatan hari pertama dilaksanakan di aula SMK Negeri 2 Sukoharjo dengan penyampaian materi anti terorisme, radikalisme, dan intoleransi langsung oleh pihak Polisi Resor Kabupaten Sukoharjo yang saat itu dihadiri oleh Aiptu Erika Retnaning Hasti, S.H dan tim. Seluruh peserta terlihat sangat antusias selama mengikuti penyampaian materi serta diskusi pada hari itu. Semangat para peserta ternyata tidak surut sedikitpun saat memasuki kegiatan di hari kedua kendati dilaksanakan secara outdoor. Kegiatan hari kedua diklat PKS ini berupa outbond, jelajah alam, susur sungai, dan game-game kecil yang tidak kalah manjur dalam memompa semangat dan antusiasme peserta.
“Besar harapan kami dengan diadakan serangkaian kegiatan ini dapat meningkatkan rasa persatuan dan kesatuan, mempererat tali persaudaraan, kedisiplinan, pembinaan mental, dan tentu saja memperdalam rasa cinta tanah air serta mampu menolak propaganda terorisme, radikalisme, dan intoleransi” ungkap pembina PKS dalam menyampaikan maksud dan tujuan diklat ini. Menjadi sebuah keniscayaan, kegiatan yang serupa terus digerakkan sehingga para generasi muda penerus perjuangan mampu mempersiapkan masa depan dan tidak terpengaruh paham radikalisme dan terorisme.






