Fenomena yang terjadi pada deposit minyak dan gas bumi adalah yang semula ditambang di daratan lalu bergerak ke pantai dan saat ini berkembang ke dasar laut menggunakan teknologi yang sarat modal sehingga biaya produksi minyak dan gas bumi semakin meningkat. Tentu lonjakan ini berpengaruh terhadap harga jual derivasi minyak dan gas bumi yang dikonsumsi masyarakat, terutama produk Liquified Petroleum Gas (LPG) yang penggunaannya dalam masyarakat sangatlah tinggi bahkan tidak jarang terjadi ketidakseimbangan antara permintaan masyarakat dengan ketersediaan di pasaran. Kondisi demikian juga terjadi pada proses penambangan salah satu sumber daya alam yang tidak dapat diperbaharui namun dieksploitasi secara besar-besaran, yaitu batu bara.
Sisi lain dari Indonesia, saat ini plastik masih menjadi barang konsumsi setiap hari. Berdasarkan data dari Making Ocean Plastic Free (2017) menyatakan rata-rata ada 192,7 miliar kantong plastik digunakan di Indonesia setiap tahunnya. Dari jumlah tersebut, berat total sampah plastik mencapai 1.278.900 ton pertahunnya. Yang perlu diperhatikan adalah bahwa belum seluruh limbah plastik tertangani dengan baik.
Berdasarkan dua kondisi ini, siswa SMK Negeri 2 Sukoharjo menemukan salah satu terobosan cara untuk mengatasi permasalahan yaitu dengan mengguanakan plastik sebagai binder dalam pembuatan briket arang tempurung kelapa. Pembuatan produk inovatif ini selain bertujuan untuk memberikan solusi kepada masyarakat dan industri akan adanya energi bahan bakar alternatif, namun juga berkontribusi menunjukkan salah satu cara penanganan limbah plastik.
Karya inovatif inilah yang mengantar SMK Negeri 2 Sukoharjo dan memboyong piala 3rd Runner Up dalam ajang Krenova Pelajar Kabupaten Sukoharjo tahun 2024. Ajang bergengsi yang dilaksanakan pada 15 Januari hingga 8 April 2024 ini terdiri dari dua tahap sistem gugur hingga akhirnya dipilih 3 Juara terbaik. Dengan dipilihnya SMK Negeri 2 Sukoharjo menjadi salah satu juaranya, sekaligus menandakan bahwa briket plastik mampu menjadi salah satu acuan dalam peningkatan ekonomi masyarakat Sukoharjo dan Jawa Tengah pada umumnya. Semoga hal ini menjadi satu langkah kecil dalam mencapai kemandirian ekonomi yang berdaya saing tinggi dan berkelanjutan melalui kreativitas dan inovasi. (Ist)





