
Benchmark atau sering dikenal sebagai studi banding merupakan salah satu konsep belajar dengan kegiatan yang bertujuan menambah wawasan dan pengetahuan yang akan diterapkan kedepannya untuk maksud peningkatan mutu, perbaikan sistem, peningkatan kebijakan baru, dan lain-lain. Kegiatan riset ini dilakukan dengan mengunjungi obyek tertentu kemudian membandingkan apa yang sudah ada pada obyek tersebut dengan apa yang sudah dimiliki. Hasilnya adalah berupa kumpulan data dan informasi sebagai bahan acuan dalam perumusan konsep yang diinginkan. Tujuan utama benchmarking adalah menggali sebanyak mungkin informasi untuk dijadikan barometer dan pembanding yang kemudian dapat digunakan dalam menemukan sebuah pembaharuan yang aplikatif, baik untuk plan jangka panjang maupun jangka pendek.
Sejalan dengan hal di atas, SMK Negeri 2 Sukoharjo sebagai Sekolah Pusat Keunggulan memberikan fasilitas kepada seluruh konsentrasi keahlian untuk melakukan kegiatan studi banding demi peningkatan mutu secara terus menerus. Salah satu kesempatan untuk melakukan studi banding ini diberikan kepada Konsentrasi Keahlian Teknik Kimia Industri. Studi banding yang dilaksanakan pada Selasa, 20 Desember 2022 ini diikuti oleh 25 guru produktif dan normatif adaptif yang mengampu di Teknik Kimia Industri dengan obyek yang dituju SMK SMTI (Sekolah Menengah Teknologi Industri) di kota Yogyakarta.
Rombongan SMK Negeri 2 Sukoharjo mendapat sambutan hangat dari Kepala Sekolah dan Jajaran Manajemen SMK SMTI Yogyakarta. Rangkaian kegiatan Studi Banding ini dimulai dengan sambutan pembukaan dari wakil kepala sekolah bidang kurikulum SMK SMTI Yogyakarta dan kepala SMK Negeri 2 Sukoharjo, selanjutnya dilakukan presentasi dan diskusi mulai dari profil sekolah, kegiatan kesiswaan, kegiatan pembelajaran teaching factory, hingga keterserapan lulusan. Adapun penutupan kegiatan studi banding ini, rombongan dibersamai untuk berkeliling melihat infrastruktur yang ada di lingkungan SMK SMTI Yogyakarta. Berdasarkan studi banding tersebut SMKN 2 Sukoharjo mendapat kajian baru mengenai pelaksanaan Pembelajaran Teaching Factory konsentrasi keahlian Teknik Kimia Industri di salah satu SMK di bawah naungan kementerian perindustrian tersebut. Harapannya ada lebih banyak lagi praktik baik yang dapat ditiru dengan modifikasi sebagai penyempurnaan jalannya pendidikan di SMK Negeri 2 Sukoharjo dalam mencetak lulusan Teknik Kimia Industri sesuai dengan kompetensi IDUKA dengan keterserapan sebanyak 100% dan masa tunggu yang singkat.






